Bimbing Talent Baru sekaligus Kembangkan Industri Game Nasional

Jumat, 30 Sep 2016 | 13.34 WIB

Bimbing Talent Baru sekaligus Kembangkan Industri Game Nasional

Agnasta Marketing Communication Lenovo Indonesia dan Perwakilan Tim Kanaya saat mencoba sebuah game di acara workshop Gaming For Living di Hotel Mercure Surabaya, Kamis, (29/09/2016). (Centroone)


Centroone.com - Memajukan atau mengembangkan suatu industri bukanlah hal yang gampang. Begitu juga dengan industri gaming nasional. Meskipun game terlihat umum, dimana setiap orang yang memiliki smartphone dengan mudah memainkan game, namun perkembangan industri game tanah air masih jauh dari perkembangan e-commerce.  

Menurut Vincentius Hening dari Agate Studio,  developer game tidak seperti e-commerce yang mendapatkan dukungan dana raksasa dari perusahaan venture atau pendanaan besar. Developer game masih jadi usaha organik yang berkembang perlahan, namun tetap memiliki potensi besar. Salah satunya bisa dilihat dari segi gaji atau salary. 


"  Dari yang semula 50 ribu sekarang sudah sedikit diatas UMR. Berbeda e-commerce yang disuntik venture capital (pendanaan besar), developer game growth (perkembangannya) masih bertambah. Penyerapan (tenaga kerja) sendiri lumayan. "  tukas Vincent, dalam workshop Gaming For Living di Hotel Mercure Surabaya, Kamis, (29/09/2016).

Sementara itu selain mengembangkan game dari segi industri, keberadaan studio game juga turut membantu pengembangan industri game dengan pembibitan, terutama bagi mereka yang berasal dari bidang non game- seperti para mahasiswa jurusan desainer atau progammer yang terjun ke dunia game. 


" Kami selalu haus akan talent-talent baru. Pengalaman di Agate, biasanya mereka yang  pernah masuk Agate, lulus buat startup lagi, buat industri juga. Bukan suatu masalah karena kalau bukan kita yang mengembangkan industry (game) siapa lagi." tambah Vincentius lagi. by