Jutaan Warganya Mudik Imlek, Kota Besar di China Jadi Kota Mati

Sabtu, 28 Jan 2017 | 18.00 WIB

Jutaan Warganya Mudik Imlek, Kota Besar di China Jadi Kota Mati

Salah satu sudut China yang lenggang (IST)


Centroone.com - Saat pekan liburan Idul Fitri tiba, Ibukota Indonesia, Jakarta berubah dari yang biasanya macet dan penuh sesak menjadi lenggang. Tidak ada kemacetan atau orang-orang dengan berbagai keperluan memenuhi jalanan ibukota. Hal serupa rupanya juga terjadi di China.




Di musim liburan Tahun Baru Imlek, sejumlah kota besar di China seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou dan Shenzhen terlihat lenggang dan bahkan mirip dengan kota mati tanpa penghuni. 




Kota-kota besar tadi lebih dari separuh penghuninya adalah pekerja migran, yang saat Imlek tiba memilih untuk mudik dan menghabiskan waktu bersama keluarga di kampung halaman. Shanghaiist, melaporkan sejumlah kota besar tadi berkurang jumlah penduduknya lebih dari separuh.



Hari pertama Tahun Baru Cina jatuh pada 28 Januari tapi banyak ingin tiba sehari lebih awal di kampung untuk menghadiri makan malam bersama keluarga dan membuat kota-kota tadi lenggang lebih cepat.  



Kata 'Chunyun' yang berarti 'mudik" mulai digunakan media Cina sejak 1954. Enam dekade kemudian, kata itu memberi makna baru kepada masyarakatnya.  Media melaporkan, sepanjang tahun ini, sebanyak 2.98 miliar perjalanan diharapkan dicatat sepanjang Chunyun, yaitu mulai 13 Januari sampai 21 Februari. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu.  

"Ketika 49 juta rakyat Amerika Serikat melakukan perjalanan yang sama pada  perayaan Thanksgiving, rakyat Cina pula mencatat tiga miliar perjalanan pada perayaan Tahun Baru Cina."  demikian lapor Bloomberg. by