Denada Bergoyang Erotis di Video Musik Terbaru

Rabu, 27 Sep 2017 | 15.43 WIB

Denada Bergoyang Erotis di Video Musik Terbaru

centroOne/Istimewa


Centroone.com - Denada baru-baru ini dikritik netizen.

Gara-garanya, video musik terbarunya bertajuk 'De Nada' dinilai terlalu vulgar untuk budaya Indonesia karena menampilkan goyangan erotis ala Nicki Minaj. Di sini, ibu satu anak ini bekerjasama dengan raper Jflow dan JEIA.

Sadar dirinya dikritik, Denada berkilah bahwa apa yang ia lakukan dalam karya terbarunya itu masih wajar saja.

"Di klip itu saya pakai stocking, pakai celana pendek, tanktop, yang mana sebenarnya orang kita lihat banyak yang makai sehari-hari gitu ke mall," ujar penyanyi asal Jakarta, 38 tahun ini, di kawasan Tendean, Jakarta Selatan pada Selasa (26/9).

Meski begitu, Denada tetap dinilai netizen tidak sesuai dengan kultur Indonesia karena hanya beberapa kalangan yang bisa menerima video musik terbarunya tersebut.

"Kita nggak usah ngomong ke club ya, kita ke mall pasti kita lihat banyak yang makai itu, bagaimana celana pendek, tanktop. Jadi kenapa itu jadi masalah, mungkin karena saya yang pakai kurang lebih begitu," ucap Denada.

Bagi Denada, karya terbarunya ini merupakan proyek yang digarap serius dan tidak main-main sehingga ia merasa tak terima bila ada yang menganggap gampang. Apalagi, di sini ia sukses mengajak kolaborasi dua rapper idolanya, Jflow dan JEIA.

"Sebenarnya yang lama proses kreatifnya, rapatnya, meetingnya mau dibawa ke mana, terus brainstorming yang buat panjang. Karena buat saya, ini bukan proyek yang main-main. Saya sudah lama sekali memimpi-mimpikan, sudah punya apa namanya proyek seperti ini. Seniman musisi seperti Jflow, JEIA, i dont take it lie, saya nggak anggap enteng gitu," urai Denada.

Menurut Denada, proses pembuatan video musiknya ini terbilang cepat.

"Jadi buat saya, ketemu berkali-kali, brainstorming berkali-kali. Syuting sih, sehari jadi. Aaktu itu kita benar-benar dari sore sampai Subuh, take lagu itu," tutur Denada.

Ia juga mencoba hal baru dalam lagu anyarnya ini, yaitu mencampur berbagai bahasa dalam lirik lagunya, mulai bahasa Inggris, Spanyol sampai Batak.

"Kalau teman-teman belum lihat, dengar, di dalam lagu itu kita ngerap atau kita menyanyikan lagu itu dengan di dalam lagu itu ada tiga bahasa. Jadi ada bahasa Inggris, bahasa Spanyol, dan ada bahasa Batak. Jadi, saya ngerap pakai bahasa Batak," pungkas Denada. (Rie)