Dewan Usulkan Rumah Potong Unggas, Pemkot Siap Bangun Tahun Depan

Kamis, 08 Nov 2018 | 21.00 WIB

Dewan Usulkan Rumah Potong Unggas, Pemkot Siap Bangun Tahun Depan

ilustrasi unggas (pixabay)


Centroone.com - Adanya ketentuan terkait pemotongan hewan yang tak boleh dilakukan di pasar, mendorong DPRD Surabaya mengusulkan kepada Pemkot Surabaya untuk segera membangun Rumah Potong Unggas. Selama ini, pasar yang melakukan pemotongan unggas justru tak memiliki Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL), akibatnya limbah itu menimbulkan bau.

Seperti yang terjadi di Pasar Unggas Keputran Selatan, sehingga pemkot berniat memindahkannya ke Pasar Panjang Jiwo yang notabene sama-sama tak memiliki IPAL. Di kawasan itu sama-sama menimbulkan polusi bau tak sedap.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Herlina Harsono Njoto, Kamis (8/11/2018) mengakui, bahwa pemotongan hewan tak bisa dilakukan di pasar. Ketentuan tersebut tercantum dalam Undang-Undang 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan. “Dalam Undang-Undang tersebut mengamanatkan penyediaan rumah potong unggas. Namun, pemkot belum sediakan,” ujarnya.

Dari dorongan itu, Komisi A juga meminta pemindahan atau relokasi pasar unggas itu dikaji ulang, karena pemkot memang belum memiliki rumah potong khusus unggas yang dilengkapi IPAL. “Di pasar tradisional manapun belum ada IPAL pemotongan unggas. Padahal, setiap pedagang ayam melakukan pemotongan di tempat tersebut,” katanya.

Pemindahan Pasar Unggas Keputran Selatan justru bukan bentuk solusi, namun pemindahannya ke Panjang Jiwo justru memunculkan persoalan baru. Untuk itu, pihaknya tetap meminta pemkot membangun rumah potong unggas di tahun 2019. “Sarana-prasarana disediakan dulu baru dilakukan penertiban,” harapnya.

Sementara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya, siap membangun rumah potong khusus unggas di Kelurahan/Kacamatan Lakarsantri pada 2019. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Surabaya Djustamadji. Menurutnya, tempat pemotongan unggas tersebut rencananya akan menyatu dengan pasar unggas di Lakarsantri.

"Selama ini tempat khusus pemotongan unggas  belum ada di Surabaya. Biasanya, ayam dan bebek itu dipotong di berbagai tempat, termasuk di pasar-pasar," katanya.

Untuk mendukung rencana ini, kata dia, pihaknya akan menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rumah Potong Unggas. Dalam raperda ini akan mengatur mekanisme unggas yang dijual di Surabaya harus terlebih dahulu dipotong di rumah potong unggas.

Dia memperkirakan pembangunan pasar unggas yang terletak di belakang kantor Kelurahan Lakarsantri ini akan dimulai 2019. "DED (detail enginering design) atau perencanaan itu selesai setahun lalu sehingga kini tinggal realisasinya," katanya. (windhi/by)