Antisipasi "Korban" Piala Dunia, Atap Gedung Digembok Rapat

Rabu, 11 Jul 2018 | 13.00 WIB

Antisipasi

ilustrasi (pixabay)



Centroone.com - Pengembang sebuah perumahan di timur Cina terpaksa mengunci pintu ke atap gedung untuk menghindari para "korban" Piala Dunia 2018 berbuat nekat.  Para korban yang dimaksud adalah mereka yang kalah berjudi pada event Piala Dunia serta mereka yanga gagal saat berinvestasi di pasar saham. 

Sebuah video di PearVideo pada 23 Juni lalu memperlihatkan pengembang di Weifang di provinsi Shandong mengunci pintu ke atap di semua bangunan mereka dengan rantai besi. Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pengembang itu, langkah itu dilakukan setelah kejatuhan pasar saham dan hasil-hasil pertandingan Piala Dunia Rusia dimana sejumlah tim favorit harus angkat koper. 

Kata pernyataan itu lagi, rute ke atap itu akan ditutup sehingga pasar saham pulih kembali dan sampai Piala Dunia berakhir. Kinerja pasar saham di Cina adalah terburuk di dunia untuk kuartal kedua 2018 dibandingkan di Hong Kong yang mencatat poin tertinggi dalam dua tahun. "Tindakan pihak manajemen ini baik karena mereka memikirkan segala kemungkinan," kata seorang penduduk di sebuah apartemen seperti dilansir DailyMail. 

Menurut Undian Olahraga Cina, ketika  Piala Dunia baru setengah berlangsung, penjualan tiket lotere sepak bola di Cina sudah hampir mencapai 20 miliar yuan hampir dua kali lipat dari jumlah taruhan keseluruhan turnamen sebelumnya pada 2014. by