Kaum Milenial Tak Terlalu Peduli Keamanan Aplikasi

Minggu, 30 Sep 2018 | 20.00 WIB

Kaum Milenial Tak Terlalu Peduli Keamanan Aplikasi

ilustrasi aplikasi di dunia digital (pixabay)



Centroone.com - Pada 2020, lebih dari 60 persen penduduk milenial (usia 18-34 tahun) berada di Asia Pasifik. Mereka akan menjadi demografi yang mempengaruhi bisnis aplikasi, memiliki ekspektasi tertentu mengenai bagaimana perusahaan memenuhi preferensi mereka.  

Menurut riset  “The Curve of Convenience, " yang dilakukan F5 Networks bersama dengan YouGov serta melibatkan 3.700 responden di tujuh negara yakni Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Filipina, dan Singapura meski sangat paham teknologi, milenials terbukti menjadi demografi yang rentan serangan karena generasi digital meremehkan keamanan. 

Kurang dari setengah responden milenial (44 persen) memprioritaskan fitur keamanan, dibandingkan dengan 53 persen responden Gen X (usia 35-54 tahun) dan 69 persen generasi baby boomers (usia 55 tahun ke atas).

Secara umum, milenials memahami potensi risiko keamanan data, tetapi mereka tak begitu khawatir. Sebanyak 32 persen milenial menunjukan toleransi tinggi terhadap pembobolan, sebab mereka akan tetap menggunakan sebuah aplikasi meski datanya dibobol. Sebagai calon pemimpin dunia, milenial harusnya memahami tingkat risiko keamanan karena sikap santai generasi ini berpotensi merugikan dan menjadi alasan utama pembobolan keamanan.

Riset “Curve of Convenience” menjadi cerminan perjalanan pengguna untuk mendapat 'pencerahan aplikasi'. Mereka diharapkan lebih memahami tarik ulur antara keamanan dan kenyamanan menggunakan aplikasi, serta memilih salah satu kadang berarti mau tak mau harus mengorbankan lainnya.

Konsumen negara berkembang seperti Indonesia, India dan Filipina mengadopsi dunia digital dengan amat cepat. Mereka memprioritaskan kenyamanan. Sementara konsumen dari negara yang lebih maju seperti Australia dan Singapura, memprioritaskan keamanan.

Sebanyak 14 persen pengguna dari Indonesia, India, dan Filipina memprioritaskan kenyamanan ketimbang keamanan. Adapun pengguna asal Australia (63 persen) dan Singapura (67 persen) mendahulukan keamanan ketimbang kenyamanan. by