Bangun Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3

Senin, 11 Feb 2019 | 00.10 WIB

Bangun Pengelolaan Sampah Dan Limbah B3

Masalah sampah yang akan diatasi Pemprov Jatim. (Windhi/centroone)


Centroone.com - Provinsi Jatim merupakan salah satu provinsi yang memiliki jumlah industri terbesar di Indoesia (sekitar 813.140 perusahaan). Untuk itu, provinai ini berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menyediakan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Ditegaskan Gubernur Jatim Soekarwo, dalam tiga tahun ke depan, Provinsi Jatim akan memiliki Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3. “Lokasinya di Mojokerto, dan pembangunannya akan selesai tiga tahun lagi, dimulai awal tahun ini,” ungkap Pakde Karwo sapaan akrabnya usai pencanangan pembangunan Pusat Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta peletakan batu pertama pembangunan gedung DCII dan DPMPTSP di Ngagel Surabaya, Minggu (10/2/2019).

Pembangunan tempat ini, lanjut Pakde Karwo karena potensi timbunan sampah yang dihasilkan sebesar 6.593.960 ton/tahun dan limbah B3 sebesar 170 juta ton/tahun. “Selama ini limbah B3 Jatim dikirim ke Cileungsi, Bogor. Padahal potensi bocornya/atau tidak sampai ke lokasi pembuangan sangat besar, nantinya yang dirugikan ya masyarakat juga,” tutur Pakde Karwo.

Sementara dipilihnya Mojokerto sebagi lokasi, menurut Pakde kerena struktur tanah yang dibutuhkan jenisnya sesuai (limbah tidak mudah meresap). “Awalnya kita akan tempatkan di Gresik, tetapi karena tanah di sana tidak memenuhi syarat, akhirnya lokasi kita pindah ke Mojokerto,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan Pakde, lahan yang digunakan nantinya seluas 50 hektar, dengan jumlah anggaran pembangunan mencapai Rp500 miliar. “Anggaran sebagian besar dari pusat, APBD hanya sebagai pengungkit saja, untuk menetukan lokasi kami bekerjsama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan Perhutani,” katanya.

Pakde berharap, nantinya masyarakat setempat dilibatkan dalam industri pengelolaan limbah B3. “Yang tidak tidak punya keahlian khusus bisa dilibatkan untuk tenaga kasar, sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari keberadaan tempat ini,” harap Pakde. (windhi/by).