Warga Terima Dampak Buruk Pembangunan Trans Icon

Sabtu, 23 Mar 2019 | 01.00 WIB

Warga Terima Dampak Buruk Pembangunan Trans Icon

Hearing yang membahas dampak pembangunan Trans Icon. (Windhi/Centroone)



Centroone.com - Pembangunan Trans Icon di kawasan Menanggal Gayungsari atau Jl A Yani dipersoalkan warga terdampak. Pasalnya pembangunan itu telah memberikan dampak lingkungan langsung yang ditimbulkan pada warga RT 2/RW 1 dan RT 2/RW 2, sekitar radius pembangunan Trans Icon yang sudah berjalan sekitar 8 bulan.

Warga mengadukan permasalahan itu ke Komisi C DPRD Surabaya yang membidangi pembangunan. Pada Jumat (22/3/2019), Komisi C pun menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan menghadirkan warga dan pihak Trans Icon. 

Pada hearing itu, warga menjelaskan tentang dampak yang dirasakan. Menurut Sarjono, perwakilan warga RT 2/RW 1, dampak yang ditimbulkan dari kegiatan pembangunan Trans Icon seperti terdengar bunyi nyaring yang keras, debu yang membuat jemuran warga serta tanaman banyak yang layu dan mati.

Sementara warga RT 2/RW 1 Gayungan yang lain, Nimas menyampaikan, dampak langsung dirasakan anaknya yang mengalami sesak nafas akibat dampak debu dari kegiatan tersebut. "Bahkan saat tengah malam tercium bau yang sangat menyengat yang ditimbulkan dari kegiatan pembangunan itu," ungkap Nimas.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, harusnya proses kajian dampak lingkungan itu perlu mengundang warga berdasarkan radius dampak yang ditimbulkan. "DLH perlu melakukan kajian dengan seksama. Jangan sampai ada dokumen yang dipalsukan saat pengajuan," papar Cak Ipuk, sapaan akrab Syaifuddin Zuhri.

Dia mengatakan, dampak atas kegiatan pembangunan itu harus berdasarkan radius keliling bangunan yang terdampak. "Secara kajian teknis maka akan muncul titik radius. Dari radius itu maka akan ditetapkan dampak yang dirasakan pada ring 1, ring 2 dan ring 3. Ini yang perlu diperhatikan pihak Trans Icon dalam menjalankan kegiatan pembangunannya," urai cak Ipuk.

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi C Agoeng Prasoedjo. Menurutnya, sebelum melakukan aktifitas pembangunan, maka pihak Trans Icon memiliki kewajiban memperhatikan dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. "Perlu ada kajian lingkungan yang benar terhadap kegiatan aktivitas yang akan dilakukan," ujar Agoeng.

Sementara perwakilan Trans Icon Herman mengaku, jika pihaknya tidak melakukan sosialisasi atas kegiatan pembangunan pada warga terdampak khususnya pada RT 2/RW 1 dan RT 2/RW 2. "Hasil dari resume rapat saat hearing hari ini akan kami samapaikan pada pihak menejen karena itu kewenangannya mereka. Kami juga berkomitmen untuk hadir di Surabaya dengan mengangkat perekonomian warga sekitar, merekrut tenaga kerja dari warga sekitar," jelas Herman. (windhi/by)


...
0




There are 0 comments in this current article