Catatkan Pertumbuhan Positif di Semester 1 2019

Selasa, 13 Ags 2019 | 17.00 WIB

Catatkan Pertumbuhan Positif di Semester 1 2019

Regional Head SND7 Bank Danamon Andri Yusfiana bersama I Gede Bagus MS (RSS Head) & Trisatya Utama (Area Manager SUB2) (Danamon)


Centrone.com - Di semester pertama tahun 2019, Bank Danamon membukukan laba bersih setelah pajak (net profit after taxes/NPAT) sebesar Rp 1,8 triliun.   Sedangkan total portofolio kredit dan trade finance Bank Danamon tercatat tumbuh 11% menjadi Rp 148 triliun pada periode yang sama - dibandingkan setahun sebelumnya. 

Seperti diketahui sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon resmi dimiliki MUFG sebesar 94,1%.   Dengan MUFG sebagai pemegang saham pengendali tunggal, Bank mendapatkan manfaat dari jaringan nasabah global serta pengalaman internasional MUFG, untuk melengkapi keunggulan dan jaringan Danamon di Indonesia.

“Fokus Bank dalam beberapa inisiatif penting di semester pertama tahun 2019 telah membantu kami untuk mempercepat pertumbuhan kredit. Tuntasnya proses penggabungan dan investasi MUFG di Danamon juga membuka peluang baru dan kolaborasi untuk Danamon yang baru dan lebih kuat,” kata Satinder Ahluwalia, Chief Financial Officer dan Direktur Bank Danamon, Senin, (12/08/2019). 

Sementara itu untuk giro dan tabungan (Current Account Savings Accounts/CASA) naik 8%,  Deposito naik 16% dibandingkan setahun sebelumnya. Di semester pertama tahun 2019, kredit Consumer Mortgage juga tumbuh 28% menjadi Rp 8,8 triliun secara setahunan. Sementara kredit di segmen Enterprise Banking yang terdiri dari segmen Perbankan Korporasi, Perbankan Komersial dan Institusi Keuangan atau EB & FI naik 15% menjadi Rp 44,3 triliun. Untuk segmen Perbankan UKM juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 15% dari tahun sebelumnya menjadi Rp 35,0 triliun.

“Peningkatan pada jaringan digital serta kualitas layanan secara keseluruhan terus menunjukkan hasil. Kredit yang kami salurkan terus bertumbuh di sejumlah segmen kunci, termasuk Consumer Mortgage, Enterprise Banking, serta pembiayaan kendaraan bermotor melalui Adira Finance,” lanjut Satinder.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 12% secara setahunan menjadi Rp 53,9 triliun pada semester pertama 2019. Pertumbuhan yang sehat ini didukung oleh pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 14% menjadi Rp 147,1 triliun secara setahunan. Likuiditas dan permodalan yang sehat Rasio kecukupan modal Bank Danamon (capital adequacy ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terkuat dikelasnya. 

Seperti diketahui sejak 1 Mei 2019, Bank Danamon telah bergabung secara hukum dengan Bank Nusantara Parahyangan (BNP).  Pasca penggabungan dengan BNP, CAR konsolidasian dan CAR Bank-only masing- masing berada pada posisi 21,7% dan 22,2%. Untuk giro dan tabungan atau CASA naik 8% menjadi Rp 54,7 triliun, sementara Deposito naik 16% menjadi Rp 63,0 triliun.   by